This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Humor Gus Dur "NU baru diskon 60%"


byislami.blogspot.com - Suatu hari di bulan Ramadhan, Gus Dur diundang mantan presiden Suharto ke kediamannya di Jalan Cendana, Menteng, Jakarta Pusat untuk berbuka puasa bersama. Waktu itu Gus Dur hadir dengan ditemani Kiai Asrowi.

Setelah buka, kemudian shalat maghrib berjamaah. Dilanjut minum kopi, teh, dan makan dengan menu yang cukup wah. Ditengah santapan itu, terjadi dialog antara Suharto dan Gus Dur.

”Gus Dur sampai malam di sini?” tanya Pak Harto.

”Owh...Enggak pak! Saya harus segera pergi ke tempat lain,” jawab Gus Dur.

”Oh, iya ya ya….silaken. Tapi kiainya kan ditinggal di sini, ya?” pinta Pak Harto sambil mesem ke Kiai Asrowi.

”Oh, Iya Pak ! Beliau akan tetep di sini. Tapi sebelumnya harus ada penjelasan,” kata Gus Dur.

”Penjelasan apa?” tanya Pak Harto penasaran.

”Shalat tarawihnya nanti itu ngikutin NU Lama atau NU Baru?“

Mendengar ucapan Gus Dur, Pak Harto jadi bingung. Sebab baru kali ini ia mendengar ada NU Lama dan NU Baru. Kemudian dia bertanya,”Lho, NU Lama dengan NU Baru apa bedanya?“

Dengan pelan Gus Dur menjelaskan, ”Kalau NU lama, tarawih dan Witirnya itu 23 rakaat,”

” Oh Iya..ya..ya..ya….gak apa-apa……” kata Pak Harto sambil mantuk-mantuk.

Gus Dur sementara diam tak lagi bicara. Sejurus kemudian Pak Harto bertanya lagi, ”Lha, kalau NU Baru bagaimana?”

” Kalau NU Baru diskon 60 persen,” jawab Gus Dur.

Hahahahahahahahahahahahahha………

Gus Dur, Pak Harto dan semua orang yang ada disekitarnya langsung tertawa terbahak-bahak.

”Ya. Jadi shalat Tarawih dan Witirnya cuman tinggal 11 rakaah,” kata Gus Dur.

”Ya sudah kalau begitu, saya ikut NU baru saja, pinggang saya sakit,” kata Pak Harto sambil memegangi pinggangnya.


Zunus
*Nu Online

Gus Dur dan Abuya Uci Turtusi "2 Ulama kharismatik"



“Gus Dur” itulah salah satu nama yang seringkali disebut oleh Abuya Uci Turtusi (Cilongok, Tangerang-Banten) ketika membicarakan esensi Islam. Pernyataan Gus Dur memang seringkali menimbulkan kontroversial, tapi hampir semua ucapannya menjadi sebuah kenyataan. Itulah cucu dari seorang pendiri Nahdlatul Ulama. Disini Abuya Uci Turtusi menceritakan beberapa keistimewaan-keistimewaan KH. Abdurrahman Wahid. Satu hal yang perlu diketahui, Abuya Uci Turtusi adalah seorang Tokoh yang sangat ‘alim, beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah Pasar Kemis – Tangerang. Beliau juga terlihat sangat mahabbah kepada KH. Abdurrahman Wahid.
Tidak panjang lebar, langsung saja saya menyediakan ceramah Abuya Uci Turtusi yang berisi sekilas tentang Gus Dur dalam bahasa sunda.

Download DISINI