This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Pemuda NU Harapan Bangsa



Pemuda adalah acuan baik buruknya Negara di masa yang akan datang, pemuda juga yang akan memberikan inovasi penting dalam pembangunan suatu bangsa yang benar – benar tangguh dalam mengikuti perkembangan zaman. Pemuda dikatakan sukses dikala ia mampu menciptakan sesuatu yang berharga untuk dimanfaatkan orang lain , bisa menjadi teladan bagi orang lain dan bisa menempatkan sesuatu sesuai dengan kapasitasnya. Sumbangan penting dari pemuda amat diperlukan demi kemajuan bangsa Indonesia, tidak hanya dari segi intelektualitasnya akan tetapi moral dan etika jauh lebih bermakna. Sekarang ini banyak orang pintar, namun bathinnya kosong akan hidayah dari Allah SWT , sehingga kepintarannya cenderung berbuah ketamakan dan keserakahan.
Dalam masa muda suatu kewajaran apabila rasa keingintahuannya tinggi. Setiap pemuda pasti mempunyai ambisi yang kuat untuk mewujudkan apa yang menjadi keinginannya. Terkadang menghalalkan berbagi cara untuk bisa mendaptkannya. Sebatas keinginannya tidak bertentangan dengan syariat agama tidak menjadi masalah, akan tetapi kalau sudah menyeleweng apalagi menyangkut masalah aqidah maka harus segera diluruskan. Dari sini setiap pemuda harus mempunyai filter yang kuat berupa pemahaman terhadap ilmu agama, pergaulannya dengan orang – orang shalih dan peningkatan pemahaman terhadap lingkungan yang dihadapi. Sekarang ini, tak sedikit pemuda Indonesia yang terjerumus kedalam pergaulan bebas, sehingga bisa dikatakan kualitas pemuda kita masa kini diambang kesurutan akan moral dan etika. Tantangan semacam ini, mendobrak dunia pesantren untuk membuka cakrawala yang luas guna meminimalisir masalah yang berkaitan dengan pemuda Indonesia.
Dalam dunia pesantren , kita dapat menemui sesuatu yang semula tidak kita dapatkan ditempat dimana kita berasal, di pesantren kita kita menemui makna keikhlasan, kejujuran, kemandirian dan jiwa sosial kemasyarakatan. Sikap itulah yang nantinya diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Tidak hanya ilmu yang kita dapatkan, keberkahan do’a kyai dan para ulama’ pesantren menjadi pendorong dalam thalabul ‘ilmi. Pesantren mengajarkan ihtiyar bathiniyah yang dalam bahasa pesantren istilahnya tirakat, diantaranya; puasa sunah, sholat malam dan juga amalan – amalan dzikir yang dijazahkan oleh kyai. Hal ini tidak bisa dipungkiri lagi, jika santri yang kekuatan tirakatnya tinggi sebagian besar menemui kesuksesan dalam hidupnya. Dalam lingkup kenegaraan, tak sedikit alumni pondok pesantren berkiprah dalam pengabdiannya terhadap Negara. Ada yang menjadi presiden, menteri, DPR, bupati dan masih banyak lagi dari kalangan santri yang berperan didalamnya. Tidak hanya dalam lingkup kenegaraan saja , diberbagai bidang santri juga banyak berperan. Ada yang menjadi penulis, sutradara film, tenaga teknik , dan lain – lain.
Nahdlatul Ulama’ banyak memberikan banyak sumbangsih terhadap negeri Indonesia. Keberadaan pesantren yang berada dilingkupnya tak dapat diragukan lagi. Organisasinya berdiri untuk semua golongan. Di setiap tingkatan terdapat lingkup, di antaranya; IPNU , IPPNU, Fatayat, GP Anshor, Muslimat dan masih banyak lagi lainnya yang menunjukkan bahwa NU tak sepi akan generasi dan kiprahnya bersifat global sesuai dengan lambangnya. Hal ini menjadi tekad NU dengan keidentikannya pesantren mendidik generasi yang mampu meneguhkan islam di Nusantara.
Pemuda adalah acuan baik buruknya Negara di masa yang akan datang, pemuda juga yang akan memberikan inovasi penting dalam pembangunan suatu bangsa yang benar – benar tangguh dalam mengikuti perkembangan zaman. Pemuda dikatakan sukses dikala ia mampu menciptakan sesuatu yang berharga untuk dimanfaatkan orang lain , bisa menjadi teladan bagi orang lain dan bisa menempatkan sesuatu sesuai dengan kapasitasnya. Sumbangan penting dari pemuda amat diperlukan demi kemajuan bangsa Indonesia, tidak hanya dari segi intelektualitasnya akan tetapi moral dan etika jauh lebih bermakna. Sekarang ini banyak orang pintar, namun bathinnya kosong akan hidayah dari Allah SWT , sehingga kepintarannya cenderung berbuah ketamakan dan keserakahan.
Dalam masa muda suatu kewajaran apabila rasa keingintahuannya tinggi. Setiap pemuda pasti mempunyai ambisi yang kuat untuk mewujudkan apa yang menjadi keinginannya. Terkadang menghalalkan berbagi cara untuk bisa mendaptkannya. Sebatas keinginannya tidak bertentangan dengan syariat agama tidak menjadi masalah, akan tetapi kalau sudah menyeleweng apalagi menyangkut masalah aqidah maka harus segera diluruskan. Dari sini setiap pemuda harus mempunyai filter yang kuat berupa pemahaman terhadap ilmu agama, pergaulannya dengan orang – orang shalih dan peningkatan pemahaman terhadap lingkungan yang dihadapi. Sekarang ini, tak sedikit pemuda Indonesia yang terjerumus kedalam pergaulan bebas, sehingga bisa dikatakan kualitas pemuda kita masa kini diambang kesurutan akan moral dan etika. Tantangan semacam ini, mendobrak dunia pesantren untuk membuka cakrawala yang luas guna meminimalisir masalah yang berkaitan dengan pemuda Indonesia.
Dalam dunia pesantren , kita dapat menemui sesuatu yang semula tidak kita dapatkan ditempat dimana kita berasal, di pesantren kita kita menemui makna keikhlasan, kejujuran, kemandirian dan jiwa sosial kemasyarakatan. Sikap itulah yang nantinya diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Tidak hanya ilmu yang kita dapatkan, keberkahan do’a kyai dan para ulama’ pesantren menjadi pendorong dalam thalabul ‘ilmi. Pesantren mengajarkan ihtiyar bathiniyah yang dalam bahasa pesantren istilahnya tirakat, diantaranya; puasa sunah, sholat malam dan juga amalan – amalan dzikir yang dijazahkan oleh kyai. Hal ini tidak bisa dipungkiri lagi, jika santri yang kekuatan tirakatnya tinggi sebagian besar menemui kesuksesan dalam hidupnya. Dalam lingkup kenegaraan, tak sedikit alumni pondok pesantren berkiprah dalam pengabdiannya terhadap Negara. Ada yang menjadi presiden, menteri, DPR, bupati dan masih banyak lagi dari kalangan santri yang berperan didalamnya. Tidak hanya dalam lingkup kenegaraan saja , diberbagai bidang santri juga banyak berperan. Ada yang menjadi penulis, sutradara film, tenaga teknik , dan lain – lain.
Nahdlatul Ulama’ banyak memberikan banyak sumbangsih terhadap negeri Indonesia. Keberadaan pesantren yang berada dilingkupnya tak dapat diragukan lagi. Organisasinya berdiri untuk semua golongan. Di setiap tingkatan terdapat lingkup, di antaranya; IPNU , IPPNU, Fatayat, GP Anshor, Muslimat dan masih banyak lagi lainnya yang menunjukkan bahwa NU tak sepi akan generasi dan kiprahnya bersifat global sesuai dengan lambangnya. Hal ini menjadi tekad NU dengan keidentikannya pesantren mendidik generasi yang mampu meneguhkan islam di Nusantara.

Kisah Tukang Es dan Kecintaan Kepada Nabi Muhammad SAW

Pada suatu hari ada seorang tukang es yang belum pernah mengenal yang namanya maulid nabi, setiap hari dia berjualan es dari kampung ke kampung untuk menjual esnya namun es yang dijualnya hanya laku sedikit, pada suatu hari dia melihat ada banyak orang berkumpul di suatu masjid yang sedang mengadakan maulid dan dia putuskan untuk berdagang disitu (niatnya bukan untuk mengahdiri maulid akan tetapi hanya untuk menjual esnya saja) selesai acara maulid para jamaah membeli esnya sehingga habis semua dagangannya.

Besok harinya dia mencari lagi tempat yang mengadakan maulid, dengan niat yang sama yaitu hanya untuk menjual es bukan untuk mengadakan maulid. selesai acara esnya habis terjual. dan begitu seterusnya, hingga dia menyadari, sebenarnya apa yang sedang orang-orang itu lakukan yach? dalam hati dia bertanya. dia mencoba tidak hanya ingin menjual esnya tapi juga dia ingin tau apa itu maulid. hatinya mulai tersentuh dengan untaian kata yang indah dari maulid nabi Muhammad saw.

Keesokan harinya dia mencari lagi tempat yang mengadakan maulid untuk kali ini niatnya adalah menghadiri maulid nabi. begitu seterusnya, sampai suatu hari sehabis acara maulid nabi Muhammad SAW dia tidak menjual dagangannya akan tetapi membagikannya kepada jamaah yang menghadiri maulid. setiap hari dia mencari tempat yang mengadakan maulid dan membagikan dagangannya kepada para jamaah dan begitu seterusnya. sampai suatu ketika orang-orang bertanya kepada si tukang es “tukang es kenapa ente selalu memberikan es gratis emangnya ente ga rugi?” tukang es menjawab ” Saya ingin menghormati para tamu rasulullah tapi saya hanyalah tukang es, makanya saya kasih gratis es yang saya punya” kemudian dalam hati, dia berniat bahwa tahun depan dia ingin mengadakan maulid nabi di rumahnya, sudah dia putuskan. Kemudian setiap hari dia berdagang dan keuntungannya di bagi dua yang pertama untuk modalnya dan kedua untuk acara maulidnya.

Hari demi hari bulan demi bulan pun terlewati sampai tiba tepat di bulan maulid lagi tgl 12 Rabiul awal, kemudian dia persiapkan kebutuhan untuk acara maulid dengan membeli makanan dan buah-buahan dan dia juga siapkan makanan untuk 100 orang. sore harinya sehabis ashar dia dan pergi kerumah tetangga-tetangganya untuk mengundang acara maulid yang akan dilaksanakan di rumahnya, sehabis isya dia menunggu para jamaah tapi belum juga datang, sampai jam 9 malam belum juga datang sampai jam 11 malam pintu -pintu sudah mulai tertutup tapi jamaah belum juga datang. kemudian dia putuskan untuk mengadkan maulid bersama keluarganya saja yaitu 2 anaknya dan istrinya. di awali dengan pembacaan maulid Yaa Rabbi Shalli ala Muhammad Yaa Rabbi Sholli alaihi wasallim saat itu air mata mereka keluarga tukang es mulai menetes membasahi pipi. begitu seterusnya sampai pembacaan maulid pun air matanya turun begitu derasnya sambil dia berfikir bingung dalam hati, dia berusaha untuk mengundang para tamu rasulullah tapi tak ada satu pun yang datang. sampai pembacaan sholawat pun tiba dan berdiri, dia sudah tidak kuat lagi sambil menetesnya air mata dia membaca sholawat:

Yaa Nabi salam alaika Yaa Rasul salam alaika Yaa Habib salam alaika Yaa Rasulullah sholawatullah alaika. tiba-tiba datang ribuan orang kerumahnya dengan pakaian putih dan bersorban putih dan berbaris dan di ujung jalan rumahnya ada sesosok orang yang berkharisma, berwibawa dan dengan cahaya di wajahnya jalan menuju rumahnya kemudian si tukang es bertanya padanya “siapakan engkau wahai tuan? aku belum pernah melihat engkau wajahmu begitu bersinar terang dan tubuhmu sangat wangi apakah warga baru disini ?” Kemudian Nabi Muhammad SAW menjawab “Namaku selalu kau sebut-sebut dalam maulid dan sholawat, hatimu selalu menyebut namaku. diamanapun dan kapan pun. kerinduanmu pada ku membuat kamu cinta dengan diriku” kemudian si tukang es tersadar bahwa orang tersebut adalah nabi Muhammad SAW.

Subhanallah, selesai acara tersebut si tukang es menjadi begtu rindu dengan nabi Muhammad hingga dia jatuh sakit, karna sakitnya itu dan dia berwasiat kepada istri dan kedua anaknya bahwa setiap tahun rumahnya harus mengadakan maulid walaupun kecil-kecilan.
Subhanallah cerita tukang es benar-benar membuat saya terharu jujur saat waktu saya mendengarkan ceramah tantang tukang es ini air mata saya langsung keluar, dalam penulisan artikel ini pun air mata saya pun ingin bercucuran keluar ingin rasanya saya menangis sekeras-kerasnya tak sanggup saya menulis artikel ini. begitu sedihnya kisah tukang es ini dengan kecintaan kepada Rasulullah sampai Allah membukakan sebuah keghaiban sehingga Rasullah SAW datang ke rumah tukang es tersebut. Semoga kisah ini bisa dijadikan teladan untuk kita semua. Aamiin.. (ISNU)

Sumber: Facebook Habib Yahya Assegaf
Peristiwa Isra' dan Mi'raj bagi umat Islam menjadi fenomena sejarah yang sungguh luar biasa, terjadi satu tahun sebelum hijrah (10 tahun dari masa diutusnya Sayyid Muhammad sebagai Nabi) pada malam Isnain tanggal 27 Rajab.

Saat Nabi sendirian tidur di rumah Siti Ummi Hani (saudara kandung Sayyidina Ali) datanglah Jibril untuk memintanya berjumpa Allah. Ada yang menyebutkan Nabi berada di sekitar Masjidil Haram sekitar Hijr Ismail dengan ditemani dua sahabatnya Hamzah dan Ja'far bin Abi Thalib).

Peristiwa inj begitu cepat dimana dalam waktu semalam menyelesaikan perjalanan jalur darat dan jalur udara. Zona destinasi isra' dan mi'raj adalah titik-titik sejarah Nabi sebelum Muhammad. Ini menunjukkan bahwa peristiwa itu adalah bagian dari mu'jizat.

Menguji keimanan orang Islam dapat dilakukan dengan bertanya percaya atau tidak terhadap Isra’ Mi’raj. Saya sangat setuju ini peristiwa luar biasa yang hanya bisa didekati dengan keimanan dan bisa dilakukan dengan saintifikasi Isra’ Mi’raj. Dan jasad Nabi yang bergerak dalam peristiwa ini bersamaan dengan ruhnya yang telah menyatu.

Merenung Sejenak

Tidak terasa bahwa bulan Rajab 1437 H sudah memasuki tanggal 27. Tanggal yang indah dan bersejarah bagi umat Islam karena Rasulullah Muhammad mendapat bonus rihlah ilahiyyah yang diabadikan dengan nama Isra’ Mi’raj.

Syekh Bisri Musthofa Rembang dalam kitab Tiryaqil Aghyar fi Tarjamati Burdatul Mukhtar menjelaskan bahwa waktu yang ditempuh dalam isra' itu sangat singkat dan mi'raj itu seperti qaba qausaini.

Syi'ir yang diterjemah dalam bahasa Jawa dengan tulisan pegon oleh Mbah Bisri ini adalah:

سريت من حرم ليلا الى حرم ٭ كما سرى البدر في داج من الظلم

وبتّ ترقى الى ان نلت منزلة ٭ من قاب قوسين لم تدرك ولم ترم

Dalam catatan terjemahan ini, Mbah Bisri menyampaikan indahnya kata qaba qausaini yang secara lahiriyah bermakna "ujungnya dua pucuk". Padahal ibrah ini adalah terbalik, yang harusnya qaba qausi, jadi artinya dua pucuk.

Ada empat kitab yang secara spesifik menjelaskan Isra’ Mi’raj: 1) Qishshah Mi'rajin Nabi karya Syekh Najmudin Al Ghoidzi: 2) Tashilul Ghiba min Qissatil Isra' wa Mi'rajin Nabi karya Syekh Sahli bin Salim Assamarani: 3) I'anatul Muhtaj fi Qishshatil Isra' wal Mi'raj karya Syekh Ahmad Abdul Hamid Al Qandali: 4)Nurus Siraj fi Bayanil Isra' wal Mi'raj karya Syekh Ahmad Fauzan bin Zain Muhammad bin Muhamma Zain Arrambani.

Dalam kitab itu dijelaskan secara rinci bagaimana proses isra' dan mi'raj itu terjadi. Sehingga etnografi Isra’ Mi’raj terasakan dengan baik dan umat Islam di masa kini masih menikmati kemukjizatan Nabi Muhammad.

Syekh Ahmad Abdul Hamid Kendal mengurai terlebih dahulu keutamaan bulan Rajab sebagai bulan mulia diantara dua belas bulan lainnya. Sebab di bulan Rajab itu banyak peristiwa sejarah, termasuk selamatnya kapal Nabi Nuh.

Lokasi dimana Nabi singgah saat isra' secara detail disebutkan oleh Mbah Ahmad Abdul Hamid. Termasuk saat mi'raj juga secara rinci dijelaskan. Dimana alasan mi'raj oleh Mbah Ahmad disebut adanya kecemburuan antara langit dan bumi yang saling "poyok-pinoyok" (Jawa: mengejek satu dan lainnnya).

Sebab bumi merasa paling mulia karena dihuni oleh Nabi Muhammad. Langitpun akhirnya minta pada Allah agar Nabi Muhammad diperkenankan singgah kesana. Dan itulah yang dikabulkan Allah dalam peristiwa mi'raj.

Syekh Sahli Semarang juga menjelaskan kisah yang sama. Bahwa peristiwa isra' dan mi'raj berjalan sangat cepat dengan segudang kisah yang diceritakan. Kepergian Nabi tengah  malam dan selesai menjelang subuh sudah berada kembali ke Kota Makkah.

Bahkan proses kehadiran Nabi di rumah Ummi Hani hingga Nabi langsung menuju Masjidil Haram untuk mengisahkan apa yang dialaminya juga disinggung dalam kitab Tashilul Ghiba.

Syekh Ahmad Fauzan Rembang menyinggung bahwa peringatan Isra’ Mi’raj itu diperingati dengan cara yang berbeda-beda sesuai dengan kebiasan masyarakat. Termasuk cara mengkaji Isra’ Mi’raj disebutkan ada tiga model: modern, sederhana dan kolot.

Ini menunjukkan bahwa kisah Isra’ Mi’raj itu akan tetap menarik dikaji dari sisi apapun. Sebab itu adalah peristiwa langka yang diabadikan dalam surat Al Isra ayat 1 dan surat Annajm ayat 1-17.

Maka wajar bagi mereka yang tidak mengikuti jejak Nabi tidak akan percaya dengan kisah ini. Sebagaimana disebutkan oleh Syekh Najmuddin Al Ghoizi bahwa orang yang tidak beriman, tidak akan percaya sebagaimana Abu Jahal dan orang kafir Quraisy yang menyebut Nabi sebagai tukang sihir (faramauhu bis sihr).

Jika zaman dahulu sudah ada kelompok yang kufur terhadap Isra’ Mi’raj, maka peristiwa yang sudah hampir 14 abad berlalu itu masih ada yang tidak percaya itu wajar. Dan pasti, mereka yang tidak percaya adalah bukan orang yang beriman. Sedangkan bagi Muslim yang beriman, wajib percaya adanya Isra’ Mi’raj.

Dari kisah Isra’ Mi’raj ini ada dua pesan yang sangat filosofis. Pertama, bahwa isra' dan mi'raj ini menjawab kecemburuan bumi dan langit. Maka semua umat akan menyaksikan betapa kompaknya bumi-langit yang ramah kepada manusia yang beriman.

Kedua, peristiwa Isra’ Mi’raj adalah napak tilas Nabi kepada Senior Nabi dengan ziarah plus visualisasi umat dahulu dan masa mendatang. Oleh sebab itu, zaman sekarang yang terpenting bagi generasi muda adalah sowan kepada ulama dan tokoh agama dan berziarah ke makam auliya'. Sebab kisah isra' dan mi'rah mencontohkan itu.

Dan yang paling mulia adalah, para Senior Nabi sangat sayang kepada Muhammad dan umatnya dalam memberikan ilmu negosiasi ketuhanan, dimana shalat yang asalanya 50 menjadi 5 waktu. Itulah hikmah dari berziarah atau sowan serta tawadlu' kepada Senior Nabi. Wallahu a'lam.

Penulis adalah Mahasiswa Program Doktor & Dosen UIN Walisongo

Sumber: nu.or.id

Abuya Muhtadi "Mufti Syafi'iyyah dari Banten"


KH Abuya Muhtadi Dimyathi Al-Bantany yang bernama kecil Ahmad Muhtadi dilahirkan di Kampung Cidahu Desa Tanagara Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten dari pasangan KH Abuya Dimyathi Bin KH M. Amin Al-Bantany dan Nyai Hj. Asma' Binti KH ‘Abdul Halim Al-Makky pada 26 Desember 1953 M / 28 Jumadal Ula 1374 H. <>
Pendidikan agama awal diperolehnya waktu masih sekolah di SR Tanagara dari ibundanya, karena ayahandanya Abuya Dimyathi Amin pada waktu itu masih Siyahah (berkelana) di Pondok Pondok Pesantren di Nusantara sekaligus bersilaturrahim, bertabarruk dan tholab pada para ulama sepuh kala itu.
Setelah tamat SR pada tahun 1965 M ia diajak oleh ayahandanya untuk ikut Siyahah sambil terus menerus digembleng pendidikan agama dalam pengembaraan selama 10 tahun, dan pada tahun 1975 M. Ia mengikuti Ayahandanya Iqomah di Kampung Cidahu Desa Tanagara Kec. Cadasari Kab. Pandeglang Banten sambil merintis Pondok Pesantren.
Meski telah memimpin pesantren, bukan berarti ia berhenti digembleng oleh ayahandanya, karena ia masih terus menerus dihujani lautan ilmu oleh ayahandanya sampai akhir hayat ayahandanya pada 3 Oktober 2003 M / 7 Sya’ban 1424 H. Walhasil iabadzlul wus’i, mengerahkan seluruh kemampuannya didalam mendalami ilmu agama selama 38 tahun, dan ia berhasil mengkhatamkan banyak Kitab ulama salaf dari berbagai fan (cabang) sampai berulang ulang dan dikaji dengan sistem pendidikan pesantren salaf huruf demi huruf.
Dari fan ilmu tafsir, ia mengkhatamkan Tafsir Ibnu Jarir Ath-Thabary (Tafsir terbesar) dan Tafsir Ibnu Katsir. Dari fan Qiro'ah ia tidak cuma ahli dalam Qiro'ah Sab’ah tapi juga ahli dalam Qiro'ah ‘Asyaroh disamping juga Hafidz Al-Qur'an. Dari fan Ilmu Al-Qur'an Beliau mengkhatamkan Al-Burhan, Al-Itqon dan lain-lain. Dari fan hadits ia mengkhatamkan Kutub As-Sittah, dari fan fiqih ia sampai mengkhatamkan Tuhfatul Muhtaj, Mughnil Muhtaj, Asnal Matholib, dan dari fan-fan lainnya yang ada 14 Fan.
Tidaklah berlebihan kalau ia disebut dengan Mufti Asy-Syafi’iyyah karena sudah mengkhatamkan dan menguasai 4 Kitab pedoman Muta'akhkhirin As-Syafi’iyyah (Tuhfatul Muhtaj, Mughnil Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Asnal Matholib) dan Kitab Raudlatut Tholibin (Pegangan Para Mufti), dan disebut dengan Al-Mutafannin (Orang yang menguasai berbagai Fan Ilmu Agama), dan disebut dengan Al-Musnid karena sudah disahkan untuk mengijazahkan Kitab Sanad Kifayatul Mustafid karangan Syaikh Mahfudz At-Tarmasy, dan disebut dengan Al-Mursyid karena ia juga menguasai 14 fan Thariqah dan menjadi Mursyid Thariqah Asy-Syadziliyyah, dan disebut dengan Syaikhul Masyasikh (Kyainya Para Kyai) karena di setiap hari terutama hari Sabtu, Ahad dan Senin di Majlis Ta’lim ia berkumpul para kiai alim ulama seantero Banten untuk menyerap ilmu agama tingkat tinggi yang ia ajarkan meneruskan Majlis Ta’lim yang diasuh oleh ayahandanya, dan pada saat ini ia membaca dan mengajarkan Kitab Raudlatut Tholibin, Mughnil Muhtaj, Tuhfatul Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Al-Ihkam Fi Ushulil Ahkam, Al-Ghunyah Li Tholibi Thariqil Haq, Ihya Ulumiddin, Shohih Muslim, An-Nasyr Fi Qiro'atil ‘Asyr dll. Dan yang sangat jarang dimiliki oleh orang lain adalah ketajaman Bashirah/Mata Bathin Beliau, karena Beliau adalah seorang Ulama yang ahli tirakat, bahkan semenjak umur 18 tahun sampai sekarang Beliau masih menjalani Shaumuddahri/puasa setiap hari bertahun tahun.
Salah satu fatwanya yang menunjukkan bahwa ia adalah seorang ulama nasionalis adalah fatwanya tentang Pancasila, HTI dan Ormas sejenisnya berikut ini:
Dengan ini saya Abuya Muhtadi Dimyathi (Ketua/Imam M3CB) berfatwa bahwa Pancasila adalah :
قاعدة كلية أقامها من قبلنا لإصلاح من بين سابنج وميروكى
Artinya : Dasar Negara yang bersifat global mencakup keseluruhan komponen bangsa yang dirumuskan dan disahkan oleh tokoh-tokoh sebelum kita untuk kemashlahatan seluruh rakyat NKRI dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari beragam Agama, ras dan suku.
dan juga saya berfatwa bahwa :
ألحاتيئي ومن نحا نحوهم ليس إلا أنهم قوم مسلمون أقاموا في بلدتنا التي قاعدتها فنجاسيلا ويريدون إزالتها محقرين ومهينين بانيها ومدعين بأنهم طاغوت, وذلك نوع من البغي, والبغي كبيرة. فلما كان كذلك فحرام في الجملة                                                                
Artinya : HTI Hizbut Tahrir Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya yang sejalan dengan HTI tiada lain kecuali kaum muslimin yang menetap di negara kita Indonesia yang punya dasar Pancasila dan misi kaum muslimin tersebut adalah menghilangkan Pancasila, mereka juga menghina dan meremehkan tokoh-tokoh perumus dan pengesah Pancasila dan menganggap bahwa tokoh-tokoh perumus Pancasila adalah taghut. Perbuatan seperti itu adalah salah-satu macam  pemberontakan terhadap Negara, padahal memberontak negara itu dosa besar, maka HTI dan ormas-ormas Islam yang sejalan dengan HTI itu hukumnya harom dalam beberapa masalah/situasi dan kondisi.
Demikianlah sekilas biografi KH Abuya Muhtadi Dimyathi Al-Bantany yang penulis ketahui langsung dari beliau aqwaalan wa ahwaalan, semoga kita dapat mengambil hikmahnya. Amiin ya Rabbal ‘Alamiin.
M. Hubab Nafi’ Nu’man, Santri Abuya Muhtadi, Instruktur Nasional Pendidikan Kader Penggerak NU

Sumber: nu.or.id

Diminta Teken Surat Pernyataan, HTI Pilih Bubarkan Diri



Muktamar Tokoh Umat 1437 H yang digelar oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jember di New Sari Utama, Jember, Ahad (1/5)  bubar sebelum waktunya. Pasalnya, hal tersebut mendapat penolakan keras dari Ansor Jember.

Penolakan tersebut ditandai dengan diturunkannya sekitar  300 anggota Banser  untuk “memantau” acara tersebut.  Selain  mengusung spanduk bertuliskan “Jangan Usik Pancasila & NKRI oleh Khilafah” mereka juga menggelar orasi yang meminta agar acara tersebut dibubarkan.

“Bubarkan acara ini. Bubarkan HTI. Siapa pun yang coba-coba merongrong NKRI dan Pancasila, maka harus berhadapan dengan Banser,” teriak Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jember Ayub Junaidi

Namun HTI tak keder. Acara yang dihadiri puluhan peserta itu masih dilanjutkan. Polisi pun membentuk barikade pagar betis untuk menghalau anggota Banser yang berusaha merangsek. Sempat terjadi saling dorong antara anggota Banser dan polisi. Ketegangan agak mereda setelah perwakilan Banser yang terdiri dari Ayub Junaidi, Lutfi Alif dan Saiful Bahri diberi akses untuk menemui panitia muktamar.

Kepada mereka, Ayub menyodorkan surat pernyataan yang harus ditandatangani oleh pimpinan HTI. Isi pernyataan tersebut adalah berupa janji kesetiaan HTI terhadap NKRI dan Pancasila, janji untuk menghentikan segala bentuk kegiatan yang bertolak belakang dengan ideologi Pancasila dan janji tidak akan menyebarluaskan paham khilafah.

“Namun mereka menolak tanda tangan. Dan memilih untuk membubarkan diri. Kalau menolak teken, itu artinya mereka menolak Pancasila dan sebagainya. Kalau begitu, tunggu apalagi untuk dibubarkan,” ujar Lutfi Alif kepada NU Online.

Dan sejurus kemudian acara itu pun bubar. Sebagian besar peserta pulang lewat pintu samping sebelah barat gedung. Namun massa Banser sudah kadung “panas” hingga Kapolres Jember turun tangan untuk memimpin pengamanan.

Sementaa itu, Ketua PCNU Jember, Abdullah Syamsul Arifin mengapresiasi langkah yang dilakukan Banser Jember. Melalui WA grup  PCNU Jember, Gus A’ab –sapaan akarabnya—menulis “Selamat utk Ansor dan Banser yg telah bubarkan acara HTI. Bravo Ndan Ayub dkk,” (Aryudi A. Razaq/Mahbib) 

Sumber: nu.or.id

Presiden Tegaskan, Santri Merupakan Aset Bangsa untuk Hadapi Kompetisi



Presiden Joko Widodo mengatakan para santri merupakan salah satu aset bangsa Indonesia dalam menghadapi kompetisi bebas maka harus belajar untuk memenangkan persaingan tersebut.

"Saat ini merupakan era persaingan. Persaingan bukan hanya antarindividu, daerah atau provinsi, tetapi negara," katanya pada peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Asrama Perguruan Islam pesantren Tegalrejo di Magelang, Jawa Tengah, Rabu malam.

Ia mengatakan mulai awal Januari telah diberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang dikuti oleh 11 negara.

Ia menuturkan melalui MEA tersebut negara tidak ada batasnya, masyarakat di sejumlah negara tersebut boleh bekerja dan melakuan perdagangan secara bebas.

"Dengan kondisi tersebut, persaingan itu tidak bisa ditolak lagi, karena 10 tahun lalu sudah ditandatangani. Tantangan itu harus dihadapi dan kita harus siap," katanya.

Ia mengatakan keterangan dari pengasuh pesantren, ternyata para santri di sini disiapan untuk menjadi wirausahawan, pedagang yang baik dan pegawai yang profesional.

Presiden menyampaikan tanpa persiapan yang baik sulit untuk memenangkan persaingan.

"Mungkin 10 tahun lagi persaingan bukan hanya 11 negara tetapi akan lebih banyak lagi," katanya.

Presiden menilai para santri di sini memiliki optimisme yang tinggi dan mampu memenangkan persaingan.

Presiden berpesan pada para santri, untuk memenangkan persaingan harus menambah belajar, menambah ilmu, dan menambah pengalaman.(Antara/Mukafi Niam)

Sumber: nu.or.id

Shalawat Tarhim

Shalawat tarhim,
Lantunan merdu di pagi hari.
Shalawat tarrhim ini mengingatkanku waktu masih di pesantren Nurul Huda yang beralamat di Kp.Rumpak Sinang ( Tangerang ) yang dipimpin oleh KH.Mustofa siddiq.Lokasi pesantren yang kebetulan berdekatan dengan Masjid Jami' Sunnil Mukhlis sehingga lantunan merdu tersebut selalu terniang disaat sebelum subuh.Ketua DKM Masjid Jami' Sunnil Mukhlis KH.Aplah Syuaib (almarhum goparollahu lahu ) selalu melantukan shalawat tarhim disaat sebelum waktu subuh,dengan tujuan untuk mengingatkan masyarakat bahwa  waktu shalat subuh akan segera tiba.
Sekarang jika mendengar shalawat tersebut,pikiranku selalu ingat di masa itu.Begitu merdu nan indah  shalawat itu.

Lafadz shalawat tarhim


الصـــــلاة والســـــلام عليــــك
ياامـــام المجهدين يــارسول الله
الصـــــلاة والســـــلام عليــــك
يانـــاصر الهدى ياخير خلق الله
الصـــــلاة والســـــلام عليــــك
يانـــاصر الحق يـــارســول الله
الصـــــلاة والســـــلام عليــــك
يـــامن اسرى بك المهيمن ليـلانلت مـــا نلت والانــــام نيـــــام وتقدمت للصـــــلاة فصـــــــلى كل من فى السمـاء وانت الامام والـى المنتهى رفعت ڪـريمــاوسمعت نــــداء عليـك الســـلام
يـــــــــاڪــريــــــم الاخــــلاق
يــــــــــــــــــارســـــــــــول الله
صـلـى الله عليــــــــــــــــــــــك
وعلـى الك واصحــابك اجمعين

Bagi sahabat semua yang ingin mendengarkan silahkan dengarkan dan tonton videonya



Bagi sahabat-sahabat yang ingin mendownload silahkan klik DISINI

Semoga artikel ini bermanfaat bagi yang memerlukannya.
silahkan tinggalkan komentar